2024 Ini Pemkab Kukar Komitmen Tetap Fokus Tangani Kemiskinan

img

Bupati Kukar bersama para pejabat Pemkab Kukar dalam Acara Expose Akhir Tahun 2023

POSKOTAKALTIMNEWS.COM, KUKAR : Sama seperti tahun 2023, memasuki tahun 2024 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) akan tetap fokus menangani kemiskinan. Hal ini dibeberkan Bupati Kukar, Edi Damansyah saat ekspose pencapaian tahun 2023, Minggu (31/12/2023). Dimana, pada tahun 2023 persentase angka kemiskinan mencapai 7,61%, dan di tahun 2024 ditargetkan mencapai 7,5%.

 

Bupati Kukar Edi Damansyah memaparkan beberap capaian kinerja Pemkab Kukar di tahun 2023. Salah satunya yaitu program penanganan kemiskinan di Kabupaten Kukar.  Dikatakanya bahwa angka kemiskinan di Kabupten Kukar pada tahun 2023 mengalami penurunan, tetapi angka penurunan tersebur belum terlalu signifikan. Sehingga di tahun 2024 hal tersebut akan menjadi fokus kinerja Pemkab Kukar.

 

“Tentunya 2024 harus lebih baik. Tadi saya sudah paparkan, dan hal tersebut menjadi fokus Pemkab Kukar. Bagaimana penanganan kemiskinan, berkaitan penanganan tersebut sudah kita tetapkan konsepnya, seperti rumah besar untuk penanganan kemiskinan,” papar Edi.

 

Dijelaskanya bahwa program penangan kemikinan merupakan program yang tidak hanya bisa terucapkan saja. Namun harus didasari dengan bagaimana membuat perencanaan APBD 2024 yang sudah ditetapkan bersama DPRD Kukar. Sehingga pelaksanaan program tersebut berbasis kepada data data yang ada di tahun 2023.

 

Ia juga menyampaikan berkaitan dengan layanan dasar yang ada ditengah masyarakat. Seperti pendidikan, kesehatan, program air bersih, listrik, infrastruktur jalan, serta jalan jalan utama  yang menunjang konektivitas antara daerah satu dengan daerah lainya, akan menjadi prioritas Pemkab Kukar ditahun 2024 ini.

 

Edi berharap di tahun 2024 melalui semangat baru, serta cara kerja yang baru dan tidak lupa merubah mindset untuk mengupayakan optimalisasi peran dan fungsi dalam bekerja. Sehingga dapat mewujudkan Kukar sesuai dengan Visi Misi Kukar Idaman.

“Yang kita tegaskan kepada jajaran ini optimalisasi saja. Sebab menurut beberapa teman-teman akademis, program Kukar Idaman yang mana menyongsong  23 konsep  program itu dapat menyelesaikan persoalan - persoalan yang ada ditengah masyarakat,” tutup Edi. (*tan)